Selamat Datang di /// kolam paralel \\\. Ini tempat bicara dan membicarakan apa saja. Cerita-cerita, gambar-gambar, bualan, gerutu atau berbagi keheranan. Maaf bila tidak ada sajian istimewa, bahkan hanya untuk secangkir air putih sekalipun. Tapi ada saatnya dimana sesuatu yang kecil ingin disimpan, atau diletakkan di ruang tamu. Namanya juga ruang tamu virtual. Boleh beramah-tamah, bernostalgia, bersendawa keras-keras, memainkan lagu baru atau lama, boleh bersenda gurau atau berpedas-pedas. Asal tidak melempar batu sembunyi tangan. In Multiply we trust. Tarik!
Bersama teman-teman GameTech, kami upload beberapa game yang pernah terbikin baik sebagai media suka-suka maupun eksplorasi. Tersedia link unduh gratis untuk setiap game. Semua yang kamu lihat di sini adalah Ongoing Project yang belum menemukan titik kulminasi. Tinggalkan komentar, mohon yang pahit sekalian.
Posted by ramok on May 5, '09 5:57 AM for everyone
Bersama teman-teman Matasatu dan teman lainnya, kita ke Suramadu. Jumpa pertama. Gear pinjaman milik kampus, Nikon D2X dg moncong 24-70mm. Yeah, have fun...
Posted by ramok on May 3, '09 8:41 PM for everyone
Aku lagi kecanduan bengong. Gak tau kenapa, tapi bengong itu seperti teritori baru yang pengen aku masuki lagi dan lagi. Kalo filosof bengong, dia menemukan kebenaran yang dia cari dengan penuh cinta. Ato seorang Archimedes yang ketika terbangun dari bengongnya di kamar mandi menghasilkan hukum tekanan dalam zat cair. Nah gue? Nothing! Bengong seperti narkotik, dicandu saleutik-saleutik (sedikit demi sedikit, bhs Sunda). Makin lama makin akumulatif jadi narkoba. Seperti cara time traveliing atau wasting time yangeksotis dan sebuah Art of Nothing. Nikmatnya membiarkan diri tidak menyimpulkan apapun. Aku baru bangun dari bengong waktu menuliskan ini... dan rasanya harus menelepon perempuan-perempuanku.
Manusia kocak ini namanya Nicholas Gurewitch. Dalam gaya kocaknya dia banyak pake bumbu humor yang pahit dan sarkastik. Halaman contoh karyanya doski ini buat Jassy kecilku yang mungkin masih berduka kehilangan 2 ekor kelincinya... Mr. Nick ini mempublish karyanya rutin setiap minggu dengan ide-ide yang jenius. Seandainya ini situsku.
Posted by ramok on Mar 17, '09 1:27 AM for everyone
dari milis dkv itb, mungkin ada yang berminat ato menginfokan pada sodara ato teman yang berminat:
Beasiswa ITB Untuk Semua "Jangan urungkan untuk menggantungkan cita-citamu setinggi langit. " Pasal 31, Ayat 1, Undang-undang Dasar 1945 "Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan." http://www.itbuntuksemua.com
Apa Itu Program "ITB Untuk Semua"? Program "ITB Untuk Semua" adalah suatu skema penerimaan mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung yang secara khusus menyediakan bangku kuliah bagi para lulusan sekolah menengah umum dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi (penghasilan kedua orang tua di bawah atau sama dengan Upah Minimum Regional setempat). Uang pendidikan, ongkos tempat tinggal, dan biaya hidup selama menempuh kuliah di Bandung akan didanai beasiswa "ITB Untuk Semua". Sekitar 100 bangku kuliah disediakan secara khusus bagi para lulusan SMU angkatan 2009 dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi. Para calon penerima beasiswa akan mengikuti Penelusuran Minat, Bakat, dan Potensi ITB (PMBP) jalur beasiswa penuh. Sebelum kuliah, para calon yang diterima akan mengikuti masa persiapan untuk membantu penyesuaian diri dengan suasana kuliah serta kehidupan di Bandung. Selama kuliah, para mahasiswa program "ITB Untuk Semua" akan mendapat pembimbing khusus untuk membantu menyelesaikan kendala studi dan mengatasi persoalan personal yang mungkin muncul selama menempuh kuliah di ITB. Para mahasiswa juga akan diberi kesempatan mengikuti ceramah-ceramah inspirasional, studi banding ke lokasi-lokasi penerapan teknologi tepat guna, dsb. Para lulusan program "ITB Untuk Semua" diharapkan kelak akan menjadi agen perubahan di daerah asal mereka.
Persyaratan Para calon penerima beasiswa "ITB Untuk Semua" harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: o Calon lulusan sekolah menengah umum pada tahun ajaran 2009 (bidang studi IPA untuk fakultas Sains dan Teknik). o Berasal dari keluarga yang tak mampu secara ekonomi (penghasilan kedua orangtua di bawah Upah Minimum Regional setempat) o Memiliki prestasi akademik yang sangat baik. o Aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah (lebih diutamakan yang memiliki bakat memimpin) o Mendapat rekomendasi dari kepala sekolah o Bersedia mengikuti ujian penerimaan yang dilakukan ITB
Bidang Studi yang Dapat Dipilih Fakultas/Sekolah yang dipilih oleh calon penerima beasiswa adalah sbb: Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL), Fakultas Teknologi Industri (FTI), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD), Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM), Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI), Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK), Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH), Sekolah Farmasi (SF), dan S ekolah Bisnis dan Manajemen (SBM).
Cara Mendaftar Kirimkan berkas formulir pendaftaran (pada halaman terakhir leaflet ini, boleh di-fotocopy) dengan dilengkapi dokumen sbb: o Fotocopy halaman depan rapor SMU dan halaman-halaman nilai (dari semester I hingga V) yang telah dilegalisir pihak sekolah o Surat keterangan berasal dari keluarga yang secara ekonomi tak mampu dengan ditandatangani Ketua RT/RW (Yang dimaksud keluarga yang secara ekonomi tak mampu adalah penghasilan kedua orangtua per bulannya di bawah atau sama dengan Upah Minimum Regional setempat. Kami akan melakukan survey lapangan secara random untuk mengetahui kondisi keluarga calon mahasiswa) o Surat dukungan/referensi dari kepala sekolah o Tulisan 1 halaman kertas A4 (boleh diketik atau tulis tangan) yang menjelaskan mengapa pendaftar ingin mengikuti program "ITB Untuk Semua" o Tulisan 1 halaman kertas A4 (boleh diketik atau tulis tangan) yang menggambarkan kondisi keluarga pendaftar [Misalnya, menceritakan pekerjaan orang tua, kegiatan pendaftar di luar sekolah, kondisi masing-masing anggota keluarga, dsb] Berkas pendaftaran lengkap dimasukkan amplop coklat berukuran besar dan dikirim ke: Panitia Penerimaan Beasiswa "ITB Untuk Semua" Direktorat Pendidikan ITB u.p. Kasubdit Penjaringan Mahasiswa/Ketua Lembaga TPB Gd. CCAR ITB Lt.4 Jl. Tamansari 64 Bandung Berkas paling lambat dikirimkan pada 20 April 2009 (cap pos)
Ujian Penerimaan Panitia seleksi tahap awal program "ITB Untuk Semua" akan melakukan penilaian berdasarkan berkas yang masuk. Penilaian meliputi: o Kemampuan akademik o Motivasi (dilihat dari tulisan mengapa pendaftar ingin mengikuti program "ITB Untuk Semua") o Kondisi keluarga (dilihat dari tulisan kondisi keluarga pendaftar) o Pengujian kebenaran data yang diberikan kepada pihak sekolah Dari hasil penilaian tersebut, panitia tahap awal akan memanggil (melalui surat) calon-calon potensial untuk mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) jalur PMBP terpusat dan wawancara di kampus ITB di Bandung. Seluruh biaya transportasi dan akomodasi selama ujian akan disediakan oleh ITB. Ujian ini akan berlangsung pada 29 Mei- 31 Mei 2009.
Panitia akan mengumumkan penerima beasiswa (hanya calon potensial, yang diterima yang akan dikirimi surat) pada pertengahan bulan Juni 2009. Penerima beasiswa akan berkumpul kembali di Bandung pada akhir bulan Juni 2009 untuk mengikuti program penyesuaian diri. Pada bulan Agustus 2009, penerima beasiswa "ITB Untuk Semua" mulai mengikuti perkuliahan di ITB.
Formulir Pendaftaran Isilah formulir pendaftaran ini dengan huruf kapital (huruf besar) seluruhnya. o Nama Lengkap: ............ ......... ......... ..... ............ . o Jenis Kelamin: L / P o Sekolah: ............ ......... ......... ..... ............ . o Alamat: ............ ......... ......... ..... ............ . o Nomor Telepon (jika ada) *) : ............ ......... ......... ..... ............ . o Nama Orang Tua: ............ ......... ......... ..... ............ . o Pekerjaan Orang Tua: ............ ......... ......... ..... ............ . o Alamat Orang Tua: ............ ......... ......... ..... ............ . o Nilai rapor: Matematika Semester 1: 2: 3: 4 5: 6: Fisika Semester 1: 2: 3: 4 5: 6: Biologi Semester 1: 2: 3: 4 5: 6: Kimia Semester 1: 2: 3: 4 5: 6: o Kegiatan Ekstrakurikuler: ............ ......... ......... ..... ............ . o Kegiatan Lain (di luar sekolah, jika ada) : ............ ......... ......... ..... ............ . o Penghasilan Orangtua (per bulan, boleh perkiraan): ............ ......... ......... ..... ............ . o Alamat Sekolah: ............ ......... ......... ..... ............ . o Nomor Telepon Sekolah: ............ ......... ......... ..... ............ . o Bidang Studi (di ITB) Yang Diminati **): ............ ......... ......... ..... ............ .
Tanda tangan pendaftar Tanda tangan orangtua pendaftar Tandatangan kepala sekolah *) Atau nomor telepon orang terdekat yang dapat dihubungi **) Lihat di bagian Persyaratan
Posted by ramok on Feb 26, '09 7:02 AM for everyone
Seorang teman menyebar virus. Lu baca, otomatis tertular. Silaken.
How well do you know me? Comment on this note with your answers! Tag your friends and see who knows the most about you!
1. Where you and I met? 2. How long have you known me? 3. The last time we saw each other? 4. Your first impression of me upon meeting/seeing me? 5. Am I funny? 6. What's my favorite music? 7. Would you call me preppy, average, sporty, punk, hippie, glam, nerdy, snobby, or something else(what)? 8. Have you ever hugged me? 9. If there was one good nickname for me, what would it be? 10. If you and I were stranded on an island, what would I bring? 11. Where do you think I will be in 25 years? 12: Will you re-post this so I can fill this out for you?
Pemanasan... sebelum menyusun beberapa angka agar masuk akal.
Posted by ramok on Feb 18, '09 6:35 AM for everyone
Ini adalah salah satu gambar yang mengingatkan salah satu era kehidupanku, membawakan figur ini sebagai tema sentral sebuah pesta pora menyambut warga baru di kampus yang diberi tajuk Ikan Asin 97. Melatih mereka bergaya, dandan dan berbahasa a la rocker yang masih warga istana Surakarta ini. Dialah orang yang mengilhami Brigade Methall, itu sudah belasan tahun berlalu, aku bahkan sudah lupa bagaimana tampangnya, sampai sebuah iklan koran lokal Bandung memamerkan giginya yang rapih dan tatapan menjulang optimistik. Kali ini tidak sebagai rocker pemberontak protokoler keraton, mengangkangi unggah-ungguh yang feodalistik, kali ini lebih jinak, beliau berpayung beringin untuk memBangkitkan Parahyangan... sebuah janji template para caleg. Di koran kemarin terliput pula, pak Bangkit ini menjalani ritual 'pengangkatan' sebagai warga Sunda untuk mempermulus kedigjayaannya di musim pemilu kelak. Semoga Anda tetap bisa memberikan yang dijanjikan Pak Bangkit, bukan membawa kaum muda jadi tengge dan bego. Hampir aku lupa namamu, tertutup nama panggungmu yang aduhay. Selamat berkampanye Raden Achmad Wijaya.
ps: semoga kalian tidak terlalu lelah melihat gambar ini setelah sepanjang jalan sudah disuguhi tampilan serupa
image sampul kaset diambil dari review yang menarik ini
Posted by ramok on Feb 3, '09 8:02 AM for everyone
Dari Lala, temanku yang ratu kuis (hehehe), iseng-iseng ikutan. Ini dia 2 diantara kuis yang aku cobain. Katanya aku cocok jadi engineer... perasaan baru aku buktikan sendiri 2 minggu lalu. Sama sensei yang mbimbing aku di'himbau' pake otak kiri lebih sering, hahahaha. Agak-agak gak bener nih kuis. Dari Personality Quiz, katanya aku tipe INTP (cenderung introverted, intuitive, thinking, perceiving), berbau C.G.Jung nih. Tapi kalo kuis yang Multiple Intelligent rada 'memper' lah.
Kalo kamu penasaran soal kamu, coba sendiri aja di sini. Lumayan akurat lah.
Posted by ramok on Jan 25, '09 2:02 AM for everyone
Category:
Computers & Electronics
Product Type:
Video Game Systems
Manufacturer:
Online-Game, tepatnya!
Buat yang mau mencoba mencari tau kemungkinan yang ada dalam 2 pangkat 8, bolehlah coba game yang ini. Lupakan fanatismemu dari disiplin teknik tertentu, karena itu gak berguna kalo pulau yang kamu diami gak berhasil berkembang. Pulaumu adalah pulau kecil yang menyimpan gunung berapi. Bidang-bidang Electrical Engineering, Computer Science, Civil Engineering, Applied Chemistry, Aeronautic-Marine-Automotive Engineering, Architecture, Environmental Engineering hingga Mechanical Engineering adalah yang harus kamu atur prioritas pengembangannya supaya pulaumu maju dan semua bidang berkembang di level tertinggi. Kesalahan mengatur prioritas akan membuat banyak hal dikorbankan, termasuk sisi emosional karakter yang dimainkan. Berhasil di teknologi, gagal di urusan cinta atau pilihan lain, berhasil membangun keluarga yang lengkap tapi mentok di bidang lain. Menarik buat yang suka game tipe reaksi berantai. Aku sudah coba 30 alternatif skenario dan tercatat di selembar kertas, tapi maksimal cuma bisa mengembangkan 6 bidang di level puncak. Coba akses di http://www.games.co.id/permainan_/grow-island.html, terus kasitau kalo nemu skenario yang paling bagus. Sayang gak nemu nama developernya, atau mungkin ditulis dengan tulisan jepang. Btw, animasi flashnya cukup eye candy... terutama cara si gunung meletus. Lavanya keluar dari congek seekor kelinci. Absurd tapi keren. Anyone?
Sebuah game menarik untuk belajar kosa kata bahasa Spanyol. Katanya sih game untuk cewek, tapi rasanya bisa juga cowok dibuatkan mainan kayak gini. biar gak asyik dengan game sepakbola dan tembak-tembakan melulu. Skenarionya juga bagus, tentang Josefina yang belajar bahasa Inggris dan Spanyol dengan cara menemani bapaknya ke pasar. Pasar itu ada beberapa turis lalu lalang, cari barang dalam bahasa Inggris. si Josefina - yang di splashnya tampak cantik, akan membantu mencarikan barang yang dibutuhkan si turis dengan mark-up sesuai harga barang. Makin mahal, dia akan jual lagi barang itu ke si turis dengan selisih yang semakn banyak. Aku dulu belajar kosa kata bahasa inggris dari kamus langsung. Lebih efektif dan cepat. Lewat game sebenarnya cuma menawarkan kesenangan aja. Karena memang gak harus mikir-mikir amat, misalnya soal struktur kalimat. Tapi asyik lah. Selama koneksi internetmu OK. Selamat belajar kosakata bahasa spanyol.
Posted by ramok on Jan 7, '09 5:54 AM for everyone
Nak, kemarin ayahmu ini mendapat SMS dari seorang teman, dimana ayah menjawab sedang jadi tahanan kota. Lalu teman ayah itu sambil ketawa -dalam bahasa teks tentunya, mendoakan semoga ayah mendapat remisi. Ayah balas lagi, tak masalah tidak dapat revisi asal tidak dipaksa jadi enjinier palsu. Dia tergelak. Lagi-lagi gelak tawanya dalam bahasa SMS. Ayah masih bisa bercanda dengan siapapun sampai ingat bahwa kamu harus kembali ke Bandung bersama bundamu tadi pagi. Lalu ayah mencoba menipu diri bahwa kamu akan suka dengan boneka barbie seri Princess yang namanya sama dengan namamu. Atau film yang ternyata sudah kamu miliki. Ingatan kita memang terbatas, ya. Kecuali ingatanmu yang baru tentang rambu-rambu, dimana ayah juga sedang tertarik di dalamnya. Kau sebut semua rambu yang kamu lihat sepanjang jalan ke tempat kita merayumu malam itu. Dan ternyata kamu semakin manyun. Seperti ayah sedang melihat cermin. Bundamu mencoba bersiasat dengan pesta kejutannya. Tapi tampaknya belum bisa mengalahkan beberapa bintik sariawan yang menghambat tawa dan kejahilanmu yang biasa mengalir seperti nafas kuda yang memburu. Tapi mungkin kita perlu hal-hal seperti ini untuk melengkapi perasaan yang belum pernah kita punya sebelumnya. Sayang harus kamu pelajari di hari ulang tahunmu. Maaf ya, Tuy. Semoga doa-doa yang kita panjatkan bersama kemarin malam berlaku padamu juga pada teman-teman yang belum pernah kau jumpai di sana, di antara desing peluru dan bom yang berjatuhan seperti hujan.Selamat Ulang Tahun ya Nak. Ingatlah cerita bundamu yang detail tentang bagaimana kamu dikeluarkannya ke dunia empat tahun lalu. Ayah hampir hafal, dengan beberapa sesal di bagian tertentu, yang pasti bukan bagian saat kamu hadir. Ingatlah itu, supaya kita selalu kuat saat bersama, dan lebih kuat saat harus terpisah seperti sekarang. Oh ya, doakan ayah menemukan pulau terdekat. Petanya tidak kamu bawa ke Bandung kan? Ayahmu hanya mengandalkan cahaya dari hp yang hampir rusak. Bilang sama Bunda: Anopuy. Kalo dia tanya untuk apa? Bilang saja untuk menghadirkanmu. Simpan cerita serumu sampai ayah datang ya. Amin.
image dari http://farm3.static.flickr.com/2101/2254448227_f8ebc15d26.jpg?v=0
Game edukasi untuk menghadapi bencana. Sebuah isometric tiling game dengan genre simulasi bergaya real time strategy a la civilization. Menurutku ini luar biasa untuk masyarakat yang sudah menjadikan internet sebagai sumber pengetahuannya. Dan tentu saja dilengkapi dengan edukasi off air yang saling menunjang. Tema ini yang bikin aku tertarik nerusin tesisku. Selain karena keherananku bahwa kita belum develop informasi dengan new media yang lebih intens mendatangi sasaran, kita juga perlu kembangkan yang berbasis kultur. Rasanya, sebagai negara dengan letak geografis yang 'strategis' di ring of fire, hal-hal seperti ini layak jadi perhatian. Seperti Ehrenreich bilang di Coping With Disasters: A Guidebook To Psychosocial Intervention, (2001): "Variasi kultural dari satu tempat dengan tempat lain membuat pendekatan dalam perencanaan penanganan gempa berbeda di setiap budaya. Mereka yang secara geografis hidup di daerah bencana umumnya memiliki perencanaan menghadapi bencana yang dijalankan secara tradisional. Pola dalam sebuah komunitas dan kelompok sosial dapat memengaruhi pola-pola pemberian bantuan. Kelompok budaya yang berbeda memiliki kepercayaan yang berbeda-beda pula tentang konsep kematian dan kehidupan dan seringkali merespon sebuah fenomena bencana dengan cara yang tidak diduga oleh orang modern". Dream on progress. Silakan coba.
btw, aku pengen download kok susah ya. Ada yang tau caranya? Mengingat untuk kemaslahatan banyak orang, edukasi bencana macam ini harusnya tidak perlu diproteksi berlebihan. Jadi inget setiap departemen, partai, LSM dan organisasi yang punya tenda sendiri-sendiri di setiap daerah bencana tapi suka lupa koordinasi satu sama lain.
Posted by ramok on Dec 3, '08 9:23 AM for everyone
Aku sudah sering tertidur tanpa berdoa. Ironisnya, aku gak mau anakku membenamkan diri dalam alam tidur tanpa mengirim doa kepada siapapun. Tidak adil memang. Aku selalu menuntunnya berdoa sebelum tidur, memohon padaNya diistirahatkan dan dibangunkan dari 'kematian' sementara itu. Bila hidup ini layak aku jalani karena kemanfaatannya, itu tambahan buatku sendiri. Berdoa sebelum tidur buat Jasmine, seringkali aku berikan kesempatan untuk dia membangun keinginan dan harapannya sendiri. Mulai dari kesehatan, keselamatan, menjadi generasi baru yang uinggul dan menikmati rizki yang halal. Juga mengirim doa-doa untuk orang tua kami, saudara kami, teman-teman bahkan orang yang entah di belahan dunia mana sedang berperang dan hidup dan pergi tidur di antara desing peluru dan dentum mortar, anak-anak seusianya yang menjalani hidup lebih keras dan militan.
Malam itu dia minta diceritakan sebelum tidur. Ritual lain, sebelum menutupnya dengan doa. Edisi malam ini ada dua cerita. Pertama adalah tentang Harimau, Kancil dan Buaya. Cerita yang sudah beberapa kali aku re-run, dengan berbagai alternatif ending. Selain itu dia juga tidak terlalu mengeluh diberi cerita yang sama 3-5 kali. Mungkin dia cuma butuh suara kami orang tuanya di dekat telinganya di kondisi menuju somnambulis itu. Kedua adalah tentang Petani dan Anjing yang Setia, cerita yang aku karang saat sedang menceritakan cerita pertama. Setelah 2 cerita itu, dia nampak terlibat dengan beberapa bagian horornya, harimau lapar yang mengejar kancil, buaya yang marah, anjing yang bertarung dengan ular. "Hiiiii"...berulang kali keluar dari mulutnya. Dia lalu minta aku berhenti bercerita. OK, time to sleep, baby. Kita ajak dia membaca doa sebelum tidur. Singkat saja. Dengan nama-Mu aku hidup dan mati. Dan dia sudah pergi tidur 3 menit kemudian. Sementara begitu, kami mencari sudut di lantai atas untuk merokok. Lalu tertidur di sana. Apa yang kami dapat pagi ini?
"Aku mimpi buruk. Doanya cuma sebentar tok sih!" dia mengeluh ke Mama waktu terbangun tengah malam.
Awalnya aku anggap itu keluhan anak yang belum genap 4 tahun.Apa yang dia tau tentang mimpi buruk. Apa yang dia rasakan tentang doa. Tapi mungkin juga salahku mengantar tidur dengan horor binatang saling memangsa, juga doa yang seadanya. Tidak sepanjang lebar malam lainnya. Mungkin doa yang dia hayati bisa menyenangkan dan menyenyakkan tidurnya. Aku baru saja meremehkan kekuatan doa.
Posted by ramok on Nov 16, '08 9:38 PM for everyone
Pagi mengacak playlist, dan mengalunlah si sayap kecil. Kehilangan yang rutin. Thanks Mr. Hendrix for this awesome song. Dan jumpailah cover version terbaik setelah Stevie Ray Vaughn...
Well she's walking, through the cloudsWith a circus mime that's running wildButterflies and zebrasAnd moonbeams, and fairy talesThat's all she ever thinks aboutRiding with the windWhen I'm sad she looks to meWith a thousand smiles she gives to me threeIt's all right she said, it's all rightTake anything you want from meAnythingFly on Little WingYeah, yeah, yeah, yeahLittle Wing
Posted by ramok on Oct 22, '08 11:46 PM for everyone
Sebuah surat diforward ke emailku. Tentang Tuhan Sembilan Senti-nya Taufiq Ismail. Tentang bagaimana manusia modern mempertuhankan rokok. Saat kita bicara dalam kerangka kemanfaatan, rokok itu racun buat tubuh. Perokok menikmati rokok untuk dirinya sendiri tapi dia bisa menebar racun di sekelilingnya. Benar-benar egois. Ego adalah pusat dirinya. Mereka memang layak menerima keluh kesah sekelilingnya. Terjadilah pada saya kelucuan realitas. Kepala cenut-cenut dan pas lewat kaca di ruang tamu, ada urat menonjol di dahi. Pantesan aku berasa agak 'spaneng' pagi ini. Mungkin juga ini tentang proposal tesis yang minta direvisi dalam dateline mencekik. Butuh kopi dan rokok. Efek penenang alaminya yang aku butuh saat ini. Seperti kata eyang buyut Marjan Satraapi, seorang darwis yang dia kisahkan di Chicken With Plums: "Merokok itu makanan buat jiwa"...Dan dia mati dengan selimut asap rokok di luar dan dalam jiwanya. The art of dying. Benar-benar memikirkan diri sendiri.
Sementara di selembar koran yang sudah kusut orang-orang berdebat tentang fatwa haram rokok. Tapi aku benar-benar masih butuh penjelasan atas usulan itu. Dalam kerangka fatwa halal vs haram maka mereka akan bicara juga manfaat vs mudharat. Kalau semua orang dilarang/diharamkan merokok, habislah industri rokok. Menganggurlah orang-orang yang menggantungkan hidupnya di situ. Siapa yang kasih mereka pekerjaan? Jadi inget dulu saat orang-orang teriak-teriak untuk menutup Dolly. Urusannya ternyata bukan masalah tempat orang mengumbar syahwat saja, tapi roda ekonomi yang berputar di sana yang konon 2 miliar perhari, in its high season, tukang parkir, kios rokok, becak, taksi, laundry, tukang es, warung-warung, toko emas, toko obat. Obat kuat tentunya.
Mungkin orang juga perlu belajar bilang tidak pada iklan rokok yang merayunya di atas jam 10 malam. Bahwa iklan hanya sebuah tawaran. Bisa ditolak tanpa perlu meng-kambinghitam-kan iklan-iklan rokok yang cerdas itu. Karena peraturan mengatakan mereka dilarang mensugesti orang merokok dengan adegan merokok, mereka memeras otak menemukan cara lain beriklan. Banyak uang masuk ke kas negara dari pajak perusahaan rokok, cukai dan belanja iklannya. Masalah ini tidak bisa selesai secepat mengharamkan rokok. Juga akan tak selesai saat kita liat industri kecilnya yang tidak mampu bikin poster iklan murah sekalipun. Ratusan pabrik dengan puluhan tenaga kerja.
Aku bukan juru bicara mereka, karena aku merokok untuk kesenangan pribadi. So, siapa yang egois, perokok atau yang menyuruh rokok dihapuskan? Atau merokok memang akan jadi sama dengan melacur. Hahahaha.... Mungkin hujan akan mendinginkan kepalaku. Surabaya, 42 derajat celsius.
Posted by ramok on Oct 20, '08 11:06 AM for everyone
Kemaren malam aku pulang dalam keadaan terseok-seok. Bukan fisik, tapi sebal karena setelah hampir 2 jam di Gramedia Expo aku kehilangan mood beli buku karena crowd yang luar biasa. Diskon 30% kecuali elektronik untuk grand opening mereka. Pulang, memulai ritual malamku yang baru, putar player kenceng dan melupakan tetangga. Paling nggak, rumah di kanan dan kiri rumahku belum berpenghuni. Antara pengen tidur dan kepikiran beberapa urusan (termasuk harus ngumpul proposal yang belum bertanda tangan besok) aku matikan musik dan nyalakan TV. Taak lupa timer 90 menit. Lazio sedang ditinggalkan Bologna yang meledak-ledak. Geser channel sedikit, berjumpalah aku dengan si guci kecil, legenda hidup, DIEGO ARMANDO MARADONA. Guci kecil adalah olok-olok kiper River Plate sebelum laga finalnya dengan Boca Junior yang kemudian dia permalukan dengan golnya yang seolah-olah diciptakan seindah mungkin untuk membungkam mereka yang memandangnya sebelah mata tadi. Tipikal bintang bola, besar di slum district dan mengisi harinya di jalanan dengan mimpi menjadi pemain bola, lalu pulang beberapa tahun kemudian dengan semua isi dunia yang dijejalkan di rumahnya. Juga torehan kebanggan dan momen-momen emas yang dipahat di kepala, yang akan hilang hanya dengan memecahkan batu di kepalanya itu. Lalu sampailah pada gol kontroversial paling dikenal sejarah, aksi Tangan Tuhan yang memulangkan Inggris. Dia ceritakan detailnya, bagaimana dia melewati satu persatu dari mereka. Rasanya hampir semua adegan dan cerita sepanjang film dokumenter itu pernah aku lihat. Tapi aku tidak ingin melewatkan ceritanya. Bagaimana perlahan-lahan karirnya berantakan. Sesekali dia lontarkan kelucuan dan paradoks dalam hidupnya. Zero to Hero to Legend with both side of good and evil. Manajer, dimana mereka? katanya, "Sepertinya mereka membiarkanku bermain semauku" Hahahaha... dia tidak pernah diberi brief khusus sebelum bertanding. Siapapun melatihnya akan membiarkan dia membawa permainan itu kemana pergi. Tiba-tiba kantukku hilang. Aku sulut sebatang rokok lagi dan mencari kertas. Beberapa hal harus aku mulai.
(foto yang luar biasa itu karya Daniel Motz - Empics)
Posted by ramok on Oct 14, '08 11:08 PM for everyone
Tema hidup yang sedang mendominasi saat ini adalah sekolah. Paling tidak buat keluarga kecilku. Aku di Surabaya, Ike di Bandung dan Jasmine masuk TK yang sama dengan bundanya dulu, TK Perwari. Kami akan hidup terpisah (lagi), paling tidak setahun ke depan.
Ada yang hilang, pagi dengan harum kamar yang intim, atau pertanyaan yang terlontar saat seorang anak membuka matanya. Juga beberapa ritual yang sering dilakukan bersama. Hilang. Sementara hilang. Rehat teh dan kepul rokok yang mengusir bau tidur semalam. Di ganti dengan semangat dan warna baru yang akan kita toreh hari itu. Atau perselisihan-perselisihan kecil itu. Yang bisa juga berarti berbaikan kemudian. Hilang. Sementara hilang digantikan kesepian.
Ada yang baru, pengisi yang hilang. Musik yang menganggap tetangga tak ada. Membakar pagi yang hambar dan malam senyap. Berteriak bersama Mr. de la Rocha, Mr. Vedder, Mr. Tyler, Mr. Plant atau bahkan Mrs. Bjork yang membacakan mantra-mantra pengusir hitam dan celoteh kodok di luar sana. Juga menata kembali layout rumah yang jenuh dihimpit rutinitas. Itu berarti juga layout hati. Realignment.
Rencana mendeklarasikan gank Jomblo Ceria belum kunjung terhelat, ketika Bebe dan Prima tak juga sepakat jam berapa kita bisa mulai mengantri tiket Laskar Pelangi. Ya sudahlah. Sementara semua seperti itu. Sampai tadi pagi:
Bunda : "Jassy, ayo bangun, siap-siap sekolah" Jasmine: "Ngantuk" Bunda : "Ayo buruan, airnya keburu adem" Jasmine: "Aku gak mau sekolah" Bunda : "Hah?" Jasmine: "Aku gak mau sekolah di TK PERWARI" Bunda : "Hah?" Jasmine: "Aku mau sekolah di rumah CHANGCUTERS aja" Bunda : "HAH!!!"
Saat Ike sedang antusias, Jasmine lagi males dengan ritual paginya yang baru. Itulah dering tadi pagi yang menghentikan Black Sabbath melantunkan Ironman. Laporan seorang ibu yang cemas anaknya mogok sekolah. Wah, wah... Tapi ya sudahlah, biar puas jadi anak kecil sebelum semuanya berubah jadi sebuah tuntutan baginya.
(image the changcuters dari http://kucingimbisil.blogspot.com)
Terinspirasi Reza dan uraian M. Quraish Shihab tadi pagi, aku pengen menulis beberapa catatan yang mungkin juga bermakna kegagalan. Tentang bulan yang memberi kesempatan untuk mengembangkan aktivitas filantropis, tapi ternyata tidak termanfaatkan dengan baik. Saat orang-orang berpeluh dan berhimpitan lalu meregang nyawa untuk 30 ribu perak, sekelompok orang di TV tertawa-tawa gak penting, membuang-buang motor dan jutaan rupiah dengan senda gurau dalam semangat mendakwahkan produk. Lewat tanya jawab bodoh. Channel-channel yang menawarkan kesejukan jadi terasa sunyi di situ. Seperti surau berpunggungan dengan hipermarket. Dan surau kecil itu pagi ini menyengat lagi: beberapa hal diharamkan untuk kita secara syariah, beberapa yang lain karena noda-noda kita sendiri. Iklim yang baik diharamkan pada kita karena noda-noda kita dalam memperlakukan alam. Mungkin aku gagal memahami agama TV.
Nikmat apalagi yang akan dicabut dari kita saat punggung kaos anak muda dengan semangat meneriakkan dukungan pada tim bola kesayangannya Dunia Akhirat yang menjadikannya candu yang lebih gegap gempita. Dan tentu membuat penganutnya terjaga untuk 90 menit yang mengguncang emosi dibanding beberapa menit yang membosankan di sudut masjid. Mereka bisa saja menumpahkan darah wasit yang dianggapnya merugikan agamanya. Aku gagal memahami agama bola.
Atau kaos lain yang memunggungi kami di perjalanan ke Pasar Baru (untuk mencari baju-baju baru tentunya) kemarin: Tuhan adalah teori dan imajinasi bagi manusia. Kerenlah dia dengan kaos itu bila cukup membedah teori-teori tentang Tuhan, menghirup dan membaginya pada kita atau itu teriakannya karena gagal mengimajinasikan supreme being? Atau mereka-mereka yang tertangkap kamera mengayun-ayun sabuk berkepala besi atas nama pembelaan pada agama tapi ingin ada darah saudaranya yang tumpah untuk itu? Sabuk yang terselip di balik jubah dan surban putih mereka, nama-nama korps mereka. Mereka melakukannya di bulan baik ini. Aku kembali gagal memahami agama fashion.
Nikmat apalagi yang akan dicabut saat bulan baik untuk berempati pada rasa lapar ini ternyata justru mengubah cara kita makan menjadi lebih lapar dari sebelumnya, dari mereka-mereka yang lapar. Teoriku sederhana saja, bisnis makan yang tidak berhasil menangguk untung di bulan ini berarti tidak punya prospek lebih baik di bulan lain. Saat kita membelah sudut kota ke sudut yang lain untuk memuaskan hasrat makan kita. Mungkin aku gagal memahami agama makan.
Nikmat apalagi yang akan dicabut saat bulan baik ini waktu seseorang merasa berhak mengusir orang lain dari rumah dimana bukan dia tuan rumahnya. Aku sedang mencarikan alasan yang lebih baik daripada sekedar alasan kekhusyukan, bahwa seorang anak akan membawa kegaduhan di masjid. Aku mencoba mengingat kelembutan seorang mulia, bahwa kekasaran macam ini membekas pada seorang anak lebih lama dari bekas ompol di baju mereka. Aku tidak mampu memahami agama sebagai teritorial fisik semacam ini.
Dengan semua kegagalan, keengganan dan inkonsistensi selama ini, nikmat apa yang akan dicabut dari aku? Seribu bulan, satu bulanpun belum bisa menjadikannya lebih baik. Tapi aku tetap ingin berbaik sangka, bahwa Dia berkenan menghamparkan samudera maafNya yang luas, yang tak habis-habis, yang atas itu kita tulis ilmu-ilmu yang tak pernah cukup, semoga diterima kebaikan yang sudah kita perbuat dan termaafkan segala keterbatasan kita. Menggantinya dengan berkah, gelora cinta yang menyala-nyala dan konsistensi akan segala hal yang manfaat. Kini urusan horisontal, aku ingin mengucapkan MAAF pada semua teman, rekan, sahabat, saudara kami yang telah tercederai jiwa raganya baik secara sengaja atau tidak oleh saya dan keluarga. Maaf kalian adalah kemenangan kecil kami.
Posted by ramok on Sep 16, '08 1:07 AM for everyone
Kena tag 2 hari lalu oleh oknum-oknum, akhirnya aku baru bisa lakukan hari ini. Nomor gak berhubungan dengan kepentingan, cuma yang terlintas yang ketulis. Gambar-gambarnya kebetulan punya.
I. Aku pernah hampir membakar rumahku sendiri. Pas kelas 4 SD aku mulai mencari area privat, jadi aku berinisiatif bikin kemah sendiri. Keinginan mulia itu berlanjut jadi kebodohan waktu aku putuskan berkemah di kolong tempat tidur dengan sebatang lilin yang tingginya hanya sekitar 5 cm dari bagian bawah kasur. Aku ngeliatin lilin itu sampe tertidur. Sekitar jam 3 subuh aku dievakuasi bapakku yang mencium bau terbakar, sebagian kasur sudah hangus. Masih untung aku gak mati sesak nafas.
II. Aku suka minum teh. Paling sering ya teh celup instan. Ritual pagi. Mungkin kebiasaan ini dibentuk ibuku di rumah dulu. Sebenarnya lidahku menerima semua jenis teh seperti telingaku menerima semua jenis musik.
III. Aku suka karaoke. Paling gak untuk 2 jam maraton, aku akan cari lagu-lagu dari yang paling trendi sampai yang semua orang jijik mendengarnya. Biasanya gak aku lewatkan bergoyang di tiap lagu, lebih efektif membakar lemak dan semangat. Bahkan untuk lagu mellow. Alasan lain, aku belum ketemu yang bisa diajak nge-band, sejak PVNIK! menjadi beberapa keping, di Jakarta (il gonzo, jung), Bandung (nopek, are you still there?), Jogja (koskow) dan Surabaya. Damn! i miss them so much.
IV. Aku gak hoki kalo ikut lomba. Komentar istriku juga sama. Makanya jadi makin males ikutan lomba apapun. Lomba terakhir yang aku rasa luar biasa waktu menang lomba 17-an pas kelas 2 SD. Ngaitkan topi ke tali. Perasaan tidak hoki tu juga yang bikin aku selalu punya rasa iri ke semua pemenang kompetisi, lomba, undian dll.
V. Aku dan Ike punya forum malam, tempat kami bicarakan apa saja dalam kemasan yang reflektif. Keluarga, kerjaan, konflik, kesepakatan, teman, mimpi dan obsesi-obsesi kita. Sambil melepas sekepul dua kepul asap dan minuman segar. Bahkan kita sering bicara sampai terkantuk-kantuk dan tak tau baru saja ngomong apa.
VI. Aku suka lagu-lagu rock n roll. Semangatnya, lirik-liriknya yang kurang ajar, menghibur dan menghidupi sisi liar penutur tanpa jadi marah-marah. Bahkan bisa tiba-tiba mendayu, tapi tetap terdengar gagah. Stones, Aerosmith atau Black Crowes. Beatnya tentu saja. Membuat darah cair dan berdesir. Belakangan mulai suka progresif rock yang penuh kejutan, di saat yang sama akrobatik.Seorang teman di kantor yang jadi racunnya.
VII. Aku pernah hidup di lalu lintas bandar-pembeli-pemakai yang sangat padat. The darkest episode of my life, tetapi juga sekaligus memberi aku kesempatan mengenal orang-orang luar biasa dan menyedihkan sekaligus. Aku pernah mengusir seorang rockstar yang mau belanja di area yang sudah susah payah aku sterilkan. Dia pergi dengan tampang bodoh, tidak segagah penampilannya di video klip.
VIII. Aku berkaca-kaca di 2 menit terakhir film 'Life is Beautiful'. Mr. Guido dan kado tank-nya yang luar biasa.
(gambar dari www.filmreference.com)
IX. Membaca sebuah buku antologi berjudul "Hegemoni Budaya" membuat saya merasa selalu terjajah secara kultural dan selalu ingin merebut kembali semuanya. Tidak ekstrim tapi cukup provokatif bagi saya pribadi.
X. Kereta api ekonomi membatalkan duelku dengan seorang maling. Ceritanya, beres wisuda aku mau pulang ke Surabaya dari Bandung dengan KA Ekonomi Badrasurya. Karena datang ke stasiun terlalu subuh dan bengong, aku taruh tas di luggage rack dan nongkrong sambil ngrokok gak jauh dari kursiku. Ada seorang mas-mas di sana. Pas aku liat lagi si mas dan tasku yang berisi kamera (Asahi Pentax SP500) dan ijazah sudah gak di tempatnya. Aku cari ke sana kemari gak ada, langsung semua barang aku turunkan dan titip di pos satpam. Aku mau cari malingnya lebih leluasa (dugaan terkuat si mas itu). Aku yakin dia belum jauh. Aku lari keluar stasiun lama dan melempar pandangan sejauh-jauhnya dan gak mampu melihat yang mencurigakan. Mana aku lupa pula tampang tersangka. Agak putus asa aku mau balik ke kereta yang sudah mengumumkan mau berangkat, ternyata malah beriringan dengan orang yang menenteng tas yang aku kenal. Aku tarik bajunya, masuk ke dalam stasiun. Dia melawan dan lari, kereta sudah mulai bergerak. Aku memilih rebut kembali tasku dan carrier di pos satpam. Melemparnya ke kereta yang sudah berjalan. Dari kereta, aku liat si maling jalan melenggang dengan tampang suntuk.
XI. Aku suka nge-game, tapi gak ekstrim. Hanya 3 macem game yang pernah bikin aku tidak tidur lebih dari 24 jam: Tekken 2 (Jay, mana combonya?), EA Sport FIFA98 (fuck edit, Jay, Junk), dan Age of Empire: Age of King. Dua game pertama dihelat Rumah Anggrek Berbisa tempat bung Yance bertahta, yang terakhir adalah menu harian jaman di AdCipta ( bersama pKid aparat, Yang Mulia blood Bi, Crezruh, Woo Blokosutho, Wack Areck dan Kebo Marcuwit)
XII. Anakku kena pneumonia dan bikin aku berenti merokok secara tiba-tiba 4 bulan lalu, dan ketika dia ikut bundanya ke Bandung untuk sekolah, aku mulai berasap lagi sampai hari ini. Mungkin aku kehilangan alasan untuk berenti merokok. Sorry, baby.
Posted by ramok on Sep 10, '08 4:05 AM for everyone
Tiga pagi yang lalu, berita pagi yang menyengat telinga, juga mata yang terkantuk-kantuk. Puing-puing sahur. Negeri tetangga menyalak. Menarik marka 10% untuk musik kita yang bisa berlabuh disana. Menyengat. Mengganggu pagi. Membangunkan isu lama. Tentang seteru, juga isu-isu kemapanan atas usaha sendiri. Sayangnya tak didukung oleh penyelenggara media setempat. Radio menggerutu, karena kenyataannya, musik dari Indonesialah yang meraup simpati dan keterlenaan publik di sana. Juga mendongkrak angka-angka indikator keberadaan mereka. Alasannya musik kita menurunkan produktivitas dan kreatifitas musisi dalam negeri mereka. Dilengkapi angka-angka. Sepotong pizza mengalir di otak: kalo Indonesia melakukan hal yang sama pada musik-musik luar, rasanya kebijakan untuk industri musik kita bisa lebih buruk dari mereka, masyarakat rumah sebelah. Artinya, tentu itu sebuah cara tak sedap memberi alasan tentang ketakmampuan mereka menumpang pada jaman yang berlari.
Kemarin sore, menjelang berbuka. Memburu berkah lebih awal. Bersama Ike dan putriku yang mulai suka berdendang, aku cari tempat makan yang menggelitik selera beberapa menit sebelumnya. Pizza. CD mendendangkan Nidji dan Anggun, beberapa pendendang yang sudah mulai dihafal Jasmine. Warna suara mereka, juga lagunya. Padahal seingatku, lagu Mimpi-nya Anggun itu muncul jaman bapaknya Jasminie ini masih SMP. Kita menyanyi bersama tentang lagu-lagu cinta dan harapan sementara di seberang jendela mobil, beberapa masjid mulai mengaji. Kontras. Sampai adzan terdengar waktu CD macet tanpa sengaja. Berta'jillah kita di jalan. Ada yang tenang. Perut-perut kami. Juga dahaga tadi. Lamat-lamat, pendendang dari jiran membacakan sebuah petuah, peringatan-Nya dan dipertebal oleh seorang manusia mulia yang sangat bersahaja, yang mungkin dulu tercatat di pelepah kurma. Aku ingin mencatatnya buat diriku sendiri disini, sekarang.
Demi masa, kita orang yang rugi. Maka manfaatkan sehat sebelum datang sakit, muda sebelum datang tua, kaya sebelum datang miskin, sempat sebelum sempit dan tentu saja hidup sebelum mati.
Aku masih belum habis pikir dengan encik-encik di TV beberapa hari lalu itu. Sementara encik-encik yang berdendang di radio barusan begitu menyejukkan buka puasaku. Apa tidak ada lagu kita yang menyejukkan telinga mereka yang sedang merah? Sementara musisi mereka menebar hikmah lewat cara yang lebih bermanfaat di negeriku. Bahkan mempelopori lagu-lagu religi kontemporer. Ayolah, cik...
Bpk/Ibu yang budiman. Kami pengelola kantin K05 mengundang bapak/ibu untuk mengunjungi blog dan kantin kami di Plaza Bapindo,Sudirman,Jakarta. Ada beragam pilihan makanan, seperti nasi bakar resep original, tongseng, soto mie, toge goreng, dan masihhh banyak lagi. Silakan mampir..... Kami pun menerima pesanan nasi kuning lengkap, nasi boks dan aneka kudapan. Terimakasih.